h1

Perlukah harga BBM turun?

November 5, 2008

Seperti kita ketahui, akibat naiknya harga minyak mentah dunia beberapa waktu yang lalu yang mencapai hampir US$ 140 per barel, ikut mengerek harga BBM di Indonesia.

Menilik kondisi pada Mei 2008, tingginya harga minyak mentah dunia saat itu dapat menyebabkan alokasi subisidi menjadi membengkak. Dengan asumsi harga minyak mentah Indonesia (Indonesian Crude Price) dalam APBN-P 2008 sebesar US $95/barel, lifting minyak 927 ribu barel/hari dan volume subsidi BBM sebesar 35,5 juta kilo liter maka subsidi BBM diperkirakan akan mencapai Rp. 126,9 triliun. Woooowww…..!!!! fastastis bukan?

Apabila diasumsikan harga minyak ICP sebesar US$ 100/barel, dengan kondisi lifting dan volume BBM subsidi tetap maka subsidi BBM menjadi Rp. 138,8 triliun. Apabila diasumsikan volume penjualan premium dan solar masing-masing naik menjadi 18,47 juta KL dan 11,80 juta KL maka dengan asumsi harga ICP US$ 100/barel subsidi akan meningkat menjadi Rp. 145 triliun. Subsidi akan kembali membengkak bila harga minyak terus meningkat. Kondisi ini tentu akan sangat memberatkan APBN dan anggaran sebesar ini akan jauh lebih bermanfaat bila dialokasikan untuk kegiatan-kegiatan yang lebih produktif.Sehingga dengan naiknya harga BBM, maka subsidi yang harus diberikan oleh pemerintah ikut pula bertambah. Untuk mengurangi subsidi tersebut, pemerintah menaikkan harga BBM yang kemudian disambut dengan berbagai penolakan oleh hampir seluruh lapisan masyarakat. Meski tidak ada subsidi yang diberikan kepada industry tetap saja, masih banyak demo terjadi disana sini, meskipun lama-lama demo tersebut menghilang dengan sendirinya, atau kalau tidak boleh dikatakan menghilang bias dikatakan muncul sekali-sekali.

Beberapa waktu kemudian, atau tepatnya sat ini, harga minyak dunia mulai turun drastic. Hampir US$60 per barel. Muncul pula reaksi dari masyarakat yang meminta agar harga minyak diturunkan. Karena harga non-subsidi sekarang ini ada yang lebih murah daripada harga subsidi. Aneh kan?

Ini terjadi karena harga minyak non-subsidi mengikuti harga pasar dunia. Apakah penurunan harga minyak subsidi merupakan keputusan yang tepat?

Menurut saya ini sama sekali kurang tepat untuk diambil. Mengapa? Ada dua alasan yang mendasari.

1. Negara jika selalu memberi subsidi, kapan melakukan pembangunan? Jika terus untuk memberi subsidi, maka dana untuk pembangunan akan terus tersedot dan efeknya pembangunan terhambat bahkan mungkin ga ada pembangunan.

2. Mentalitas bangsa harus dididik. Mengapa? Selama ini kita selalu dimanja, dilindungi, disuapin mulu. Seperti bayi. Tapi bayi kok terus-terusan? Ga pernah tumbuh gede. Sekarang saatnya bayi ini untuk tumbuh, menjadi lebih dewasa, mampu bertindak untuk dirinya sendiri. Subsidi BBM, disatu sisi memang membantu, tetapi juga menjadikan mental kita tidak tangguh. So saatnya menghentikan subsidi BBM.

Lalu, kalo harga non subsidi lebih rendah dari harga subsidi gimana dong?

Jawabnya satu: HAPUS SUBSIDI BBM, IKUTI HARGA PASAR.

Jika langkah ini diambil, ada banyak hal yang bisa diambil:

1. Pembangunan berjalan dengan dana yang lebih banyak dengan tidak adanya subsidi BBM

2. Bangsa ini akan memiliki mental yang jauh lebih bagus, lebih siap untuk berjuang

3. Tidak akan pernah ada polemik dan demo tentang kenaikan harga minyak, sehingga masyarakat konsentrasi pada kegiatannya

Apakah dengan demikian masalah selesai?

Tidak!

Perlu pengawasan lebih ketat untuk mengatasi kebocoran distribusi minyak, dan sudah saatnya juga swasta ikut berperan dalam distribusi minyak. Jangan berikan monopoli pada PERTAMINA.

h1

My First Post

March 19, 2008

Wah, akhirnya aku nyoba ngeblog di wordpress. Moga-moga aja apa yang aku tulis ini bisa jadi pembelajaran. Meski bukan untuk orang lain, setidaknya menjadi pembelajaran untukku sendiri.

Baru nulis dikit aja, aku udah jadi penasaran, pengen segera liat bagaimana tampilan dari tulisanku ini. hehehe.. maklum masih pemula, semua jadi terburu-buru, padahal ga semua yang cepet itu baik kan. contohnya makanan instant,ga semua makanan instant menyehatkan (kataku sih, ga tau bagaimana kata para ahli yang kesohor itu.. :) )

jadi ngelantur yah… yah udah sekali lagi moho dimaafkan. ok, karena sudah ga sabar pengen liat hasilnya, basa-basinya segini dulu deh… see in the next post